Kerokan Bisa Jadi Solusi Instan Mengakar Angin? Ini Kata Ahli

0
18

Sketsa (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM –┬áKerokan jadi solusi instan masuk angin. Banyak yang mengiakan masuk angin sembuh seketika usai kerokan. Namun adakah penjelasan keilmuan tentang kerokan yang dicap ampuh mengusir masuk angin? Apakah kerokan punya efek samping terhadap awak?

Dokter Cindhe Puspito menegaskan tak ada istilah menghunjam angin dalam kedokteran. Tenaga medis umumnya mengaitkan kondisi masuk jalan dengan mialgia atau nyeri otot karena berbagai faktor.

“Misal, awal mulanya terpapar angin yang kencang dan timbul rasa tidak enak. Orang awam menyebutnya jadi masuk angin. Yang sebenarnya berlaku adalah otot-otot tubuh bereaksi terhadap kondisi tersebut, ” dokter dengan praktik di Klinik Bersama Apotik Kasuari, Bintaro Sektor 9 tersebut menerangkan.

Ketika terpapar angin, hasil alami tubuh akan menahan panas agar tubuh tetap hangat. Caranya, otot tubuh akan berkontraksi menjadi lebih rapat. Pembuluh darah pada sekitar otot juga ikut mengecil. Proses ini yang biasanya menerbitkan rasa tidak nyaman pada otot atau masuk angin.

(Depositphotos)

Jalan Kerja Kerokan

Rasa tidak nyaman ini hendak reda setelah kerokan. Ketika mengerok, terjadi proses inflamasi atau peradangan yang disengaja dan terukur. Metode ini merupakan proses adaptasi tubuh terhadap mikroorganisme atau benda aneh di dalam tubuh.

“Pada saat kerokan, pembuluh darah dengan mengecil tadi, (akan) melebar serta pasokan oksigen meningkat. Ada selalu peningkatan kadar endorfin yang menghasilkan seseorang lebih relaks dan segar, ” jelasnya. Proses inflamasi serupa memperlancar aliran darah dan menimbulkan sel-sel yang membersihkan jaringan hancur.

Hasilnya, terjadi pembaruan jaringan. Kadar hormon prostaglandin dalam tubuh juga menurun sehingga sakit pada otot berkurang. Lantas seberapa efektif kerokan menghalau masuk angin? “Bisa dibilang efektif karena kerokan menyasar langsung bagian tubuh dengan terasa tidak nyaman, ” Cindhe menerangkan.

Hukum Main Kerokan

Secara ilmiah, proses kerokan berguna bagi tubuh ketika masuk angin dan tergolong relatif aman karena hanya bereaksi setempat, tidak menghasut tubuh keseluruhan. “Proses inflamasi dengan muncul juga setempat. Selama tak ada luka terbuka atau benjolan misalnya kelenjar leher yang pantas membesar. Jangan mengerok bagian tersebut karena kelenjar, kan saling berkaitan dan bisa merangsang penyebaran kuman, ” ungkap Cindhe.

Kebersihan koin juga patut diperhatikan. Pilihlah koin yang tidak berkarat dan tidak bergerigi. Penggunaan minyak juga diperlukan sebagai pelicin & pelembap. “Ketika kulit kering, luka kerokan yang timbul lebih tidak beraturan, lebih dalam, dan siap lebih perih, ” imbuh Cindhe. Meski bebas menggunakan jenis patra apa pun, Cindhe menganjurkan biar tak mengoleskan minyak yang melahirkan sensasi dingin setelahnya. Sebabnya, sensasi dingin akan membuat otot balik berkontraksi.

Menanggapi kejadian salah deteksi masuk angin dengan serangan jantung, Cindhe mengingatkan untuk lebih peka membaca kondisi awak dan mencermati riwayat kesehatan diri. Lantaran, bisa jadi nyeri otot yang muncul bukan akibat mendalam angin. “Kalau nyeri ototnya cuma karena faktor cuaca, sebenarnya secara kerokan saja cukup. Tapi kalau nyeri otot karena virus, bakteri atau faktor lain, dengan kerokan tentu tidak akan membaik, ” beri tahu Cindhe.

Jika masuk angin tak cepat pergi usai kerokan, Cindhe mengajukan segera berkonsultasi ke dokter. “Ketika merasa tidak nyaman, anjuran aku langsung periksakan ke dokter. Akan tetapi kalau ada yang memilih kerokan dulu, selalu ingat jangan sampai menunggu kerokan kedua atau ketiga kalinya, ” pungkas dia.

Rekomendasi