Ini Bedanya Pekerja Keras dengan Workaholic

0
266

TABLOIDBINTANG. COM –¬†Pekerja keras dan workaholic memang sulit dibedakan karena keduanya sama-sama berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya. Namun keduanya mempunyai perbedaan dalam menanggapi beban kerja yang menjadi tanggungjawabnya.

Kalau lembur langsung termasuk pekerja keras atau workaholic, ya? Kalau weekend masih berkutat dengan pekerjaan juga termasuk praktisi keras atau workaholic, ya? Barangkali beberapa JobStreeters masih ada yang bingung perbedaan antara pekerja berlelah-lelah dan workaholic. Padahal, istilah tersebut memiliki makna yang berbeda. Biar nggak salah lagi, pahami baik-baik ya!

Umumnya, pekerja keras bisa merealisasikan work-life balance. Mereka tahu kapan harus berlaku dan kapan harus istirahat. Sebab karenanya, pekerja keras menggunakan periode liburannya untuk bersantai. Berbeda secara workaholic yang saat liburan, sedang berkutat dengan pekerjaannya.

Saat bekerja, pelaku keras akan fokus dan sering tidak mau diganggu agar pekerjaannya cepat selesai. Kalau workaholic, itu akan serius, namun seringkali tidak sadar terbawa oleh suasana pejabat atau rekan kerja yang sering ngobrol dan membuat kerjaannya jadi terhambat.

Orang dengan merupakan pekerja keras akan berusaha memperbaiki diri jika target belum sesuai. Mereka akan terus membiasakan untuk mencapai target. Namun bila dilihat dari workaholic, mereka ambisius terhadap pekerjaannya yang akan menjadikan stres jika target tidak makbul.

Yang terakhir, bila dilihat dari waktu, waktu pengerjaan pekerja keras lebih efektif. Oleh karenanya, kualitas yang dihasilkan bertambah baik. Eits, tapi bukan berguna kualitas dari workaholic tidak bagus, ya. Ingat, kualitas kerja workaholic tentu tidak kalah dengan si pekerja keras walaupun tidak efektif.

Jadi, sudah bisa menyimpulkan kalau lembur terus serta yang saat weekend masih berkutat dengan pekerjaan termasuk pekerja cepat atau workaholic belum?