Covid-19, Ketidakjujuran Pasien, Petaka Bagi Gaya Medis

0
25

TABLOIDBINTANG. COM – Tingginya kasus perawat atau dokter yang terinfeksi COVID-19 dipicu beberapa faktor, salah satunya yaitu ketidak jujuran pasien ketika berobat atau saat ditanya perihal jalan penyakitnya. Padahal keterbukaan pasien menjelma kunci bahwa COVID-19 dapat disembuhkan dan penularan dapat dicegah.

Nurdiansyah, salah satu pembela yang turut menangani pasien COVID-19 di Rumah Sakit Pusat Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, berbagi pengalamannya di Media Center Gugus Suruhan Percepatan penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Minggu (19/4).

Telah banyaktenaga medis yang terinfeksi tenggat gugur dalam melaksanakan tugasnya. Untuk Nurdiansyah, hal itu semakin menambah cerita duka bagi dirinya & juga tenaga medis lain zaman melaksanakan tugasnya menangani COVID-19.

“Sudah berangkat banyak kasus-kasus yang terjadi dengan kita. Beberapa teman ada yang dirawat. Teman-teman yang tertular dibanding pasien. Ada yang tertular sebab mungkin ketidakjujuran (pasien). Bulan tersebut kita penuh duka, angka tentu dari teman-teman kita semakin banyak, yang meninggal juga, ” ungkap Nurdiansyah.

Nurdiansyah selalu berkisah tentang apa yang sudah dialami rekan-rekannya tentang stigma minus tenaga medis, khususnya di dunia tempat tinggalnya. Mulai dari diusir hingga anggota keluarganya diasingkan & dikucilkan oleh tentangga.

“Stigma yang negatif tentang perawat COVID-19 mulai dari diusir sebab rumah kontrakan, kemudian anak sejak perawat juga diasingkan dengan bani tetangganya, ” kata Nurdiansyah.

Pria yang tadinya main untuk pasien HIV/AIDS itu memberikan harapan kepada semua pihak, pemerintah dan masyarakat untuk melakukan pencegahan. Menurutnya, satu-satunya upaya melawan COVID-19 dengan pencegahan. Garda terdepan buat pencegahan yakni masyarakat.

“Mari sama-sama kita lakukan pencegahan. Dalam hal ini garda terdepan adalah masyarakat, ” ungkap Nurdiansyah.

Nudiansyah juga menganjurkan apresiasi kepada Pemerintah karena sudah memberikan fasilitas bagi tenaga medis berupa tempat tinggal untuk transit serta istirahat. Sehingga hal itu bisa dimanfaatkan mereka untuk melepas lelah setelah melaksanakan tugas melayani anak obat.

“Alhamdulillah pemerintah telah memberikan penginapan sebagai transit dan tempat untuk beristirahat, ” pungkasnya.

Artikel ini diambil dari situs BNPB. go. id.