20 Tanda Pasangan Anda Mendua Absurd

0
249

nta itu buta, begitu perumpamaan yang sering kita dengar. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM – Cinta itu buta, begitu peribahasa yang sering kita dengar. Anda percaya? Setidaknya, sebagian orang meyakini, cinta bisa membuat pengidapnya dimabuk kepayang dan tak merasa menetapkan waspada. Padahal meski cinta sudah di ubun-ubun, Anda tetap kudu waspada. Bukan mendorong Anda mencurigai pasangan Anda, namun, yakinkan dulu siapa dan seperti apa bagian Anda. Tepatkah dengan bibit, bebet, dan bobot yang selama itu terus diingatkan orang tua?

Di sela saat-saat menyenangkan, siapa tahu ada sekelumit rasa rambang. Tampaknya pasangan Anda masih merapikan cinta mendalam pada mantan buah hati. Atau malah statusnya ternyata belum resmi menduda? Untuk mengetahui petunjuk apa yang muncul dalam hubungan yang tidak sehat ini, menyimak petunjuk yang diberikan Karen Salmansohn. Penulis buku Enough, Dammit ini menganjurkan untuk memantau sikap dan kepribadian si dia.

1. Ia tak pernah mengajak Anda dahar malam atau sekadar ngobrol dengan tetangganya. Awalnya, mungkin Anda merasakan bahagia. Si dia hanya mau berduaan dan tak ingin terhambat dengan keberadaan orang lain, namun lama kelamaan perilaku ini kian mencurigakan. Intinya, si dia tak ingin terlihat berdua dengan Anda.

2. Kencan Anda dengannya selalu berlangsung di dalam rumah Kamu. Segala alasan dibuat demi buat menghindarkan Anda dari rumah atau tempat tinggalnya. Jika Anda memberikan kejutan di rumahnya, jangan-jangan ada orang lain….

3. Si dia mendesak untuk lekas bercinta. Ia tak ingin menghapuskan kesempatan dan segera mengambil keuntungan.

4. Beberapa penghargaan yang diberikannya terdengar klise, seolah-olah, “Kamu kelihatan cantik hari tersebut. ” Atau dia akan menarik Anda lebih dekat padanya sambil mengatakan, “Kenapa sih jauh-jauh dariku? ” Jika si dia bersikap dan berperilaku sebagaimana lelaki buaya, bukan tidak mungkin dia memang buaya darat.

5. Dia sangat sering pergi ke luar kota, bahkan setiap periode akhir pekan. Jangan-jangan ia memiliki kehidupan ganda.

6. Saat pergi ke luar tanah air, si doi tidak cerita apa saja aktivitasnya selama di sana, termasuk tidak memberitahu di mana hotel tempatnya menginap dan nomor teleponnya. Umm, mungkin karena dia benar tidak ke luar kota?

7. Anda mulai ingat, si dia lebih sering mengirim e-mail ketimbang menelepon. Mungkin karena tersedia “orang lain” di ruangan yang sama.

8. Seringkali ketika si dia menghubungi Anda, hubungan teleponnya (a) singkat, (b) berakhir tiba-tiba, (c) berlangsung dengan pandangan yang sangat pelan seperti berbisik. Semua pertanda itu menunjukkan adanya orang lain di ruangan itu atau yang dekat dengannya.

9. Saat berkenalan, Kamu hanya diberi nomor telepon biro. Dan si dia baru menuliskan cetakan telepon pribadinya, juga nomor ponselnya, setelah lama berhubungan. Mungkin, jiwa dia khawatir Anda menghubunginya tatkala sedang berduaan.

10. Si dia sangat jarang ada saat akhir pekan atau periode libur nasional. Ia berdalih melayani bisnis atau ada krisis anak.

(Depositphotos)

11. Si dia selalu berlaku lembur…. hmmm…

12. Dia tidak terlalu senang rincian tentang masa lalunya (mungkin karena masa lalunya itu ternyata masih menjadi masa kini).

13. Dia mengulangi cerita yang serupa -mungkin karena ia lupa siapa yang ia ceritakan mengenai perkara tertentu.

14. Begitu punya waktu bersama Anda, tempat sering pergi sebentar sambil mendatangkan ponselnya. Sangat mungkin, ia berkilah macam-macam, untuk mengadakan hubungan usaha, sinyalnya kurang bagus untuk menelepon. Atau jangan-jangan dia terlalu lama di toilet. Ini menjadi petunjuk si dia menutupi fakta kalau ia sedang berdua bersama Anda.

15. Saat berdua bersama Anda, dia tidak mau mengangkat telepon di depan Kamu. Penasaran mengapa?

16. Dia sering sekali online, makin ketika bersama Anda, sering menelungkupkan e-mail. Jika Anda mendekati layarnya, pooof, monitornya langsung ditutup jadi Anda tak bisa memeriksa apa yang terjadi.

17. Dia tak pernah meninggalkan hp atau PDA atau Blackberry-nya dipandang Anda.

18. Konco kerja atau teman-temannya merasa sedikit tidak nyaman dengan kemunculan Kamu.

19. Anda terakhir tahu seorang temannya ternyata pakar selingkuh. (Fakta semacam ini lazimnya bisa menjadi salah satu pencetus bagi lahirnya budaya buruk).

20. Anda akhirnya tahu si dia pernah selingkuh dalam hubungan masa lalunya. Statistik mengungkap, orang yang pernah selingkuh punya kans lebih besar untuk melakukannya kembali.

Jika terlalu banyak hal di atas yang mengingatkan Anda pada kelakuan si dia, hati-hatilah. Tapi ingat, cuma karena Anda merasa si tempat berselingkuh, bukan berarti memang begitu. Kalau daftar kecurigaan Anda bertambah panjang, cobalah membicarakannya secara terbuka. Jangan langsung menuduh. Siapkan dasar yang masuk akal dan mencontoh konkret saat Anda mempertanyakan kejujurannya.

Rekomendasi