Risiko Merahasiakan Sesuatu dari Pasangan

0
75

Membenahi rahasia dari pasangan dapat berpengaruh pada hubungan dan kepercayaan si Dia. (Depositphotos)

TABLOIDBINTANG. COM – Dalam menjalin sebuah hubungan , idealnya tidak ada lagi rahasia di jarang pasangan. Tetapi tak bisa dimungkiri bahwa sebagian orang punya rahasia yang dianggap terlalu berat untuk diungkapkan, bahkan kepada pasangannya sekalipun. Bagaimana seharusnya kita bersikap?

Risiko Menyimpan Spion

Merahasiakan segalanya dari pasangan Anda tidak selalu berhubungan dengan urusan perselingkuhan. Psikolog superior di Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Muhammad Rizal, Psi., mengatakan, biasanya ada beberapa rahasia karakter yang cenderung disimpan, yakni masalah seksual, kesehatan mental, perselingkuhan, khayalan romantis kepada orang lain, detail sejarah keluarga, finansial dan kegagalan.

Alasan yang biasanya mendasari seseorang merahasiakan sesuatu dari pasangannya ialah takut melihat reaksi emosi pasangan jika mengetahui rahasia tersebut. “Ini banyak terjadi pada pria karena mereka cenderung ingin menghindari permusuhan, ” Rizal berpendapat.

Merahasiakan sesuatu dari pasangan kita tentu mempunyai risikonya sendiri. Rizal menjelaskan, apa pun yang Kamu simpan itu cepat atau lama bisa saja terungkap – cara dari orang lain atau orang terdekat – dan pada belakangan malah bisa menyakiti pasangan.

(Depositphotos)

“Jika menginginkan sebuah hubungan yang berlandaskan rasa percaya, maka sebaiknya spion apa pun itu diungkapkan. Jika suatu saat terungkap atau terlambat diketahui, misalnya di saat Kamu dan pasangan telah melangkah ke jenjang yang lebih serius sesuai menikah, hal itu akan mengajak hubungan Anda dengan pasangan ataupun dengan keluarga secara lebih merata, ” Rizal memperingatkan.

Rahasia Yang Boleh serta Tidak Boleh Disimpan

Meski sebuah rahasia sanggup memengaruhi hubungan antar individu, Rizal memberi tahu bahwa ada spion yang boleh kita simpan tunggal, yakni rahasia masa lalu yang tidak berpengaruh pada kehidupan & hubungan Anda dengan si Dia, cara di masa sekarang maupun masa depan. Misalnya rahasia di masa kanak-kanak yang konyol, seperti mengompol atau cerita cinta di zaman lalu.

“Tidak menetapkan memberitahu jumlah mantan, TTM (Teman Tapi Mesra). Tidak perlu selalu menceritakan secara detail apa dengan Anda lakukan selama menjalin hubungan dengan mereka (para mantan). Tak ada keuntungannya membuat pasangan kaget mendengar cerita Anda. Belum lagi bila pasangan Anda justru merasakan dibanding-bandingkan dengan cinta di era lalu, ” bilangnya.

Namun Rizal secara tegas tahu, memang ada rahasia yang mau tidak mau harus diungkapkan kepada pasangan. Misalnya, perihal masa lalu yang masih dialami sampai saat ini dan mungkin berpengaruh pada periode depan. “Contoh perihal masa morat-marit yang masih dialami sampai sekarang yaitu hutang, penyakit yang pernah dialami dan kekerasan seksual ataupun emosional yang menimbulkan trauma, beserta diduga dapat memengaruhi hubungan. Sedangkan contoh hal yang kini dialami dan mungkin berpengaruh di periode depan misalnya kemungkinan PHK, aib kronis yang hingga saat itu diderita, atau soal tambahan penghasilan, ” papar Rizal.

Kemudian hal yang paling krusial dari mengungkap sebuah rahasia adalah kapan waktu yang tepat dan bagaimana cara menyampaikannya kepada pasangan. Rizal mengatakan, ketika Anda serta pasangan ingin melangkah ke jenjang yang lebih serius seperti ijab kabul, maka rahasia itu harus cepat dikemukakan.

“Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengatur waktu dan tempat yang aman. Hindari ruang publik yang terkuak dan ramai. Selanjutnya Anda mampu memulai dengan mengatakan ‘Apakah tersedia hal-hal yang ingin kamu ketahui tentang diri saya? ’. Sesudah menceritakan rahasia tersebut, Anda kudu siap menerima segala konsekuensinya, tercatat bila harus meminta maaf. Jangan bersikap defensif. Tunjukkan bahwa situasi yang sudah terjadi tidak mau terulang lagi di masa pendahuluan, ” sarannya.

Rekomendasi