Beragam Cara Menghadapi Ibu Mertua dengan Jutek

0
249

Umumnya ketidakakuran dalam tanggungan terjadi antara menantu perempuan dengan ibu mertua. (

TABLOIDBINTANG. COM – Menikah tak hanya menyatukan dua insan melainkan dua keluarga. Terkadang hubungan dengan suami tidak memiliki banyak kendala, malah hubungan dengan mertua tersendat-sendat. Real, menjaga hubungan baik dengan mertua bagian dari keharmonisan rumah tangga. Bagaimana para menantu bisa akur dengan mertua mereka?

Penyebab Sering Tidak Rukun

Umumnya ketidakakuran dalam keluarga terjadi antara menantu perempuan dengan ibu mertua. Survei yang dilakukan Universitas Wisconsin Stevens Point, AS, mengungkap fakta lebih dari 133 pengantin baru perempuan cemas terhadap hubungan mereka dengan pokok mertua. Rata-rata mereka takut mertua berbicara hal buruk tentangnya atau terlalu ikut campur dalam perkara rumah tangga.

Tidak hanya menantu, ibu mertua pun punya kewaswasan terhadap kehidupan anaknya setelah menikah. Alasan mereka beragam, dari bimbang anaknya menjadi jarang berkunjung, gamang menantu mengubah kepribadian anaknya menjelma orang lain, dan takut tak dapat diandalkan lagi oleh anak karena sudah ada wanita dengan lebih muda di sisinya.

“Ketakutan itu membuat pokok mertua bersikap keras atau jutek terhadap menantu. Ketegangan di jarang keduanya bertambah karena wanita memiliki jiwa kompetitif yang kuat terhadap sesama. Tidak heran jika keduanya berlomba-lomba menjadi sosok yang lebih baik dalam mengurus maupun mengayomi suami serta anak, ” sah asisten profesor ilmu komunikasi pada Universitas Wisconsin Stevens Point, Dr. Sylvia L. Mikucki Enyart.

(Depositphotos)

Tiga Siasat

Dosen dari Universitas Amerika, Dr. Yvonne K. Fullbright mengatakan, dengan merasakan efek tertekan dari mertua jutek adalah menantu. Jika hubungan secara mertua membuat Anda stres, oleh sebab itu ada tiga langkah yang mampu ditempuh.

Bersandar dan renungkan

Sebelum bertindak, Anda harus bekerja dan merenungkan apa penyebab mertua tidak menyukai Anda. “Temukan wadah yang sepi di mana Kamu bisa mencatat semua hal dengan mungkin menyebabkan mertua Anda bersikap jutek. Pertimbangkan pula apakah perilakunya merupakan efek dari masalah yang tengah ia hadapi. Bersikaplah adil dalam situasi ini. Cermati, apakah yang dikeluhkannya memang benar adanya? Jika ya, Anda harus menerima dan memperbaiki diri. Jika ia bersikap jutek karena kurangnya menghiraukan anak terhadapnya, maka bicarakan dengan suami Anda, ” saran dia.

Libatkan suami

Suami harus tahu masalah yang terjadi antara Anda dengan mertua. Bicarakan secara kepala dingin dan jangan terlalu memojokkan mertua. Terlalu memojokkan mertua bisa membuat suami berbalik menyalahkan Anda. “Pasangan Anda mungkin tak selalu ingin mendengar betapa membatalkan orang tuanya. Bicarakanlah tanpa terlalu memojokkan mertua Anda. Mintalah suami agar mau menjadi penengah antara Anda dengan mertua, ” Yvonne mengimbau.

Hadapi dengan tenang

Bersikap sopan ketika berhadapan secara mertua tentu menjadi hal yang perlu dilakukan. Masalahnya, jika sungguh-sungguh sopan dan selalu mengalah, Kamu akan terus ditindas. Ketika mertua mulai membicarakan hal yang buruk atau ikut campur terlalu jauh dalam urusan rumah tangga, jangan langsung marah atau malah diam tanpa perlawanan.

“Anda harus bersikap berdasarkan akal segar dan hadapi dengan tenang. Marah-marah akan membuat keadaan semakin membatalkan. Selalu diam akan membuat Kamu terus diinjak. Ingat, bahwa Kamu dan keluarga kecil Anda sangat berharga. Kehadiran orang yang aci positif dan mendukung mutlak diperlukan termasuk mertua. Pintar-pintarlah mengambil hatinya dengan membuktikan bahwa Anda tidak seperti yang ia pikirkan, ” tutupnya. Tentu saja, ini butuh waktu, kesabaran, ketenangan, dan ketelatenan.

Rekomendasi