Prostitusi Artis: Jangan Sampai Ditangkap Bahkan Bikin Terkenal dan Tarif Terbang

0
109

TABLOIDBINTANG. COM –┬áPrositusi artis kembali menjadi dialog setelah dalam waktu berdekatan ada dua orang ditangkap karena terkaan praktek prostitusi. Dua nama dengan semula masih asing itu mendadak jadi terkenal. Foto dan berita tentang dirinya muncul di mana-mana. Momen penangkapannya dalam kasus pelacuran justru seolah malah jadi momentum mendongkrak popularitas.

Seniwati adalah profesi dan predikat itu mestinya hanya layak disandang oleh mereka yang telah melahirkan susunan dalam dunia kesenian. Dulu ada istilah figuran untuk menjelaskan orang yang baru main satu perut film dengan peran numpang melalui. Mereka belum disebut artis. Apakah dua wanita yang ditangkap polisi itu tepat disebut artis ataupun figuran, sebetulnya bukan sekedar penerapan istilah, terutama karena ini tidak adil bagi para artis sesunguhnya. Tapi sebagai peristiwa, berita, penerapan istilah artis tentu saja jauh lebih menarik dan menghebohkan.

Ini bukan yang baru ada berita artis ditangkap sebab dugaan praktek prostitusi. Setelah ditangkap biasanya dibebaskan karena tak tersedia hukum yang bisa dipakai untuk menjerat mereka. Hanya orang dengan memfasilitasi, perantara atau mucikari, dengan bisa dijerat dengan hukuman penjara. Si artis sendiri tetap luput. Lalu buat apa ditangkap jika tak bisa dipenjarakan? Apalagi kalau penangkapan itu hanya membuat itu makin terkenal dan lalu membuat tarifnya makin mahal? Ini yang tak boleh terjadi.

Menangkap mereka tentu saja bukan pekerjaan sia-sia. Polisi yang mendengar ada praktek prostitusi tentu tak boleh tinggal pasif. Setidaknya, perantara atau mucikari mampu dipenjara. Dari sisi pembelajaran bisa juga dipakai untuk terus menyadarkan publik bahwa praktek prostitusi mengabaikan hukum. Buktinya artis saja ditangkap dan orang yang memfasilitasi bisa dipenjara.

Polisi memang tidak bisa memenjarakan artis yang melayani praktek prostitusi. Tapi publik serta industri hiburan mestinya bisa menolong polisi untuk memberikan efek insaf. Jangan malah artis baru yang mendadak terkenal karena ditangkap polisi, diberi panggung untuk tampil. Media juga ikut berlomba menampilkan sosoknya. Si calon artis jadi bahkan terkenal dan sah disebut ilustrator. Industri hiburan dan media mampu berdalih menampilkan mereka membuat rating naik dan banyak yang membaca. Kalau sudah begini, maka terbuka yang punya kuasa yang kudu bertindak, dengan tidak menonton/membaca apapun yang menampilkan mereka.

Memfasilitasi praktek prostitusi kejahatan dengan bisa membuat pelakunya dipenjara. Itu yang memilih terlibat prostitusi, apapun alasannya, harus menanggung akibatnya tunggal, tak boleh membuat orang lain ikut kena getahnya. Dalam peristiwa prostitusi artis, ulah mereka jelas merugikan para artis yang berlelah-lelah dengan tekun memanfaatkan bakat yang dimiliki. Setiap kali rame berita prostitusi artis, para artis dengan serius menghormati dan menghargai profesinya, pasti dibuat tak nyaman.